Senin, 25 Juni 2018

Cara Membuat Artikel SEO Untuk Pemula

Hasil gambar untuk 10 Cara Menulis Konten yang SEO Friendly

jasa pembuatan website murah di jakarta selatan - Pernahkah anda membaca artikel? Baik koran, majalah, atau internet? Artikel apakah yang biasanya anda baca? Pasti anda tidak asing kembali dengan artikel. Khususnya buat beberapa penulis, blogger, isi writer, artikel udah tidak asing kembali. Sekelebat apabila kita simak bikin artikel yaitu hal yang mudah, hanya mengetik di laptop dan menumpahkan inspirasi di lembar Microsoft Word. Akan tetapi tahukah anda, bikin artikel tidak segampang dipikirkan loh!

Untuk bikin suatu artikel, beberapa penulis harus melalui kajian lebih dahulu. Sistem kajian itu yaitu sistem pengumpulan info yang dapat dimasukkan dalam artikel. Oh ya sebuah artikel tidak bisa asal-asalan ditulis. Artikel harus juga pertimbangkan hasil kajian dan beragam jenis sumber data baru dapat ditulis.

Misalnya anda ingin bikin artikel mengenai design rumah yang tengah ngehits di th. 2017, anda harus melakukan kajian dengan membaca majalah-majalah design, menyatukan info mengenai design rumah yang tengah laku di 2017, lalu menuliskannya dalam sebuah artikel. Pasti semua ini diperlukan sistem dan habiskan waktu yang cukuplah lama.

Umpamanya kembali anda dapat bikin artikel mengenai cara bikin artikel SEO, pasti anda harus mencari tahu lebih dahulu apakah itu SEO, bagaimanakah caranya bikin artikel SEO, dll.

Apa Manfaat Artikel SEO?
Apa sesungguhnya yang didapat apabila kita memakai tehnik SEO dalam penulisan sebuah artikel di web/web? Dan apakah keuntungannya? Semestinya banyak yang bertanya-tanya mengenai hal itu. Sesungguhnya amat banyak keuntungan yang dapat didapat apabila memakai tehnik SEO dalam penulisan artikel. Berikut salah satunya :

Menaikkan Trafic Web atau Website
Apabila kita sukses bikin artikel SEO yang bekualitas pasti dapat bikin artikel itu perlahan-lahan beranjak masuk ke halaman satu mesin-pencari. Hal tersebut dapat berimbas pada pengunjung web atau web yang datang untuk membaca artikel itu. Jadi tambah enteng artikel diketemukan maka dapat jadi tambah banyak pengunjung yang datang.

Lihat juga : jasa pembuatan website murah jakarta selatan

Menaikkan Penjualan Produk
Apabila artikel yang kamu bikin berkenaan suatu product, maka hal semacam tersebut dapat berimbas pada penambahan penjualan product. Karena jadi tambah banyak artikel dibaca, dapat jadi tambah banyak calon customer yang kita dapat.

Bikin Daya Saing bertambah
Jadi tambah banyak artikel di cari atau didatangi maka dapat bikin product yang kita untuk memiliki daya saing. Jadi penjualan product itu dapat pula terwujud.

Tersebut beberapa keuntungan menulis artikel dengan tehnik SEO. Apabila dibanding dengan artikel umum, artikel SEO kian lebih menjanjikan.

Bagaimanakah Cara Bikin Artikel Search engine optimation Dan Tips-tipsnya?
Berikut itu ada cara-cara bikin artikel SEO friendly yang enteng dipahami oleh pemula persi DM Indonesia.

Utamakan User Experience
Point pertama untuk bikin artikel SEO yang baik yaitu user experience atau pengalaman pemakai. Cari kabar berkenaan tanggapan pengunjung web kita, dari artikel yang di baca, halaman yang didatangi dan berapakah banyak halaman yang diminati, dari situ kita dapat mendalami sifat calon pembaca.

Tempatkan Kata kunci (keyword) di Judul Artikel
Kata kunci (keyword) atau keyword tertentu sebagai unsur penting dalam bikin artikel SEO. Untuk bikin artikel SEO, beberapa blogger mesti menempatkan kata kunci (keyword) pada sisi judul. Mengapa judul? Judul yaitu elemen penting yang dapat di crawl oleh mesin penenelusur seperti google, bing atau yahoo untuk memastikan topic suatu artikel.

Judul yang Mengundang
Judul sebagai hal pertama yang dapat dilirik pembaca. Judul yang bagus dan menarik pasti dapat banyak disukai pembaca. Judul yaitu penarik perhatian. Jadi tambah bagus judul suatu artikel, maka jadi tambah besar kesempatan orang membacanya. Tetapi jangan sempat hanya karena ingin bikin judul yang menarik jadi tidak cocok dengan isi artikel. Mengusahakan agar judul dan isi artikel ini nyambung. Tidak lucu seandainya kita bikin judul, misalnya Itu dia Cara Indah Berternak Buaya, tetapi nyata-nyatanya isi artikelnya berternak itik.

Pakai Latent Semantic Indexing Keyword
Latent Semantic Indexing atau yang lebih disingkat dengan LSI Kata kunci (keyword) yaitu keyword yang nyaris menyerupai dengan keyword utama atau sebagai persamaan kata dari keyword utama. Misalnya anda tengah menuliskan artikel mengenai web, maka anda dapat menyebutkan mengenai blogger, web statistic, web design, template dll. Suatu hal yang masih tetap berhubungan dengan web.

Tersebut cara-cara bikin artikel SEO dari DM Indonesia. Mudah-mudahan berfaedah...

KONSEP DASAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Gambar terkait

1. Pendahuluan

sepatu safety murah - Menurut Ketentuan Menteri Tenaga Kerja No. Per. 05/MEN/1996 berkenaan Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Sistim Manajemen K3) ialah bagian dari sistim manajemen dengan cara total yg mencakup susunan organisasi, rencana, tanggung jawab, proses, prosedur, sistem dan sumber daya yg diperlukan untuk pengembangan, aplikasi, perolehan, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rencana pengendalian dampak yg berkenaan dengan kesibukan kerja

faedah terciptanya tempat kerja yg aman, efektif dan produktif. Maksud dan arah Sistim Manajemen K3 merupakan buat membuat suatu sistim keselamatan dan kesehatan ditempat kerja dengan melibatkan unsure manajemen, tenaga kerja, situasi dan lingkungan kerja yg terintegrasi dalam rencana menghindar dan kurangi kecelakaan dan penyakit disebabkan kerja dan terciptanya tempat kerja yg aman, efektif dan produktif.

Sistim Manajemen K3 harus di terapkan oleh setiap perusahaan yg mempekerjakan tenaga kerja jumlah 100 orang atau lebih ; perusahaan yg miliki potensi bahaya yg disebabkan oleh ciri-khas sistem atau bahan yang bisa akibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit disebabkan kerja. Menurut Clausal 4 Permenaker berkenaan Sistim Manajemen K3, terdapat 5 (lima) ketetapan yang perlu perusahaan/pebisnis lakukan, yakni :

memastikan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menanggung prinsip pada aplikasi Sistim Manajemen K3 ;

  • memiliki rencana pemenuhan kebijakan, maksud dan arah aplikasi keselamatan dan kesehatan kerja ; 
  • Rancangan Basic K3 19 
  • menempatkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dengan cara efisien dengan meningkatkan kebolehan dan mekanisme pendukung yg diperlukan buat capai kebijakan, maksud dan arah keselamatan dan kesehatan kerja ; 
  • mengukur, memonitor dan mengevaluasi kemampuan keselamatan dan kesehatan kerja dan bertindak perbaikan dan mencegahan ; 
  • meninjau dengan cara teratur dan menaikkan proses Sistim Manajemen K3 dengan cara bertautan dengan maksud menaikkan kemampuan keselamatan dan kesehatan kerja. 

2. Pentingnya Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Terdapat banyak alasan yg mengungkapan pentingnya Sistim Manajemen K3 di terapkan dalam suatu perusahaan/laboratorium. Alasan itu dapat dipandang dari faktor manusiawi, ekonomi, UU dan Ketentuan, dan nama baik (Adrian, dkk, 2009). Tersebut disini argumentasi begitu pentingnya Sistim Manajemen K3.

  • Alasan Manusiawi. Membiarkan terjadinya kecelakaan kerja, tiada berupaya melakukan suatu hal buat melakukan perbaikan situasi, ialah suatu perbuatan yg tidak manusiawi. Hal tersebut di karenakan kecelakaan yg terjadi tidak sekedar mengundang penderitaan untuk korbannya (misalnya kematian, cacat/luka berat, luka enteng), tetapi juga penderitaan untuk keluarganya. Oleh sebab itu pebisnis atau sekolah miliki keharusan buat perlindungan pekerja atau siswanya lewat cara sedia kan lapangan kerja yg aman. 
  • Alasan Ekonomi. Setiap kecelakaan kerja yg terjadi bakal mengundang kerugian ekonomi, seperti rusaknya mesin, perlengkapan, bahan dan bangunan, biaya penyembuhan, dan biaya santunan kecelakaan. Oleh sebab itu, dengan melakukan beberapa langkah mencegahan kecelakaan, maka tidak cuman dapat menghindar terjadinya cedera pada pekerja, kontraktor dapat juga menghemat biaya yang perlu di keluarkan. 
  • Rancangan Basic K3 20 
  • Alasan UU dan Ketentuan. UU dan ketentuan di keluarkan oleh pemerintah atau suatu organisasi bagian keselamatan kerja dengan pertimbangan kalau terdapat banyak kecelakaan yg terjadi, semakin meningkatnya pembangunan dengan memakai tehnologi moderen, pekerjaan konstruksi ialah kompleksitas kerja yang bisa ialah sumber terjadinya kecelakaan kerja dan pentingnya makna tenaga kerja di bagian konstruksi. 
  • Nama Baik Institusi. Suatu perusahaan yg miliki reputasi yg baik dapat pengaruhi kemampuannya dalam beradu dengan perusahaan berbeda. Reputasi atau citra perusahaan juga ialah sumber daya penting terlebih untuk industry layanan, termasuk layanan konstruksi, karena berhubungan dengan keyakinan dari pemberi pekerjaan/yang miliki project. Prestasi keselamatan kerja perusahaan memberi dukungan reputasi perusahaan ini, jadi dapat disebutkan kalau prestasi keselamatan kerja yg baik bakal memberi keuntungan pada perusahaan dengan cara tidak segera. 


3. Teori Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Pada awal perubahannya, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) alami beberapa pergantian rancangan. Rancangan K3 saat pertama kalinya di awali di Amerika Th. 1911 di mana K3 samasekali tidak mencermati keselamatan dan kesehatan banyak pekerjanya. Kegagalan terjadi saat terdapat pekerjaan yg akibatkan kecelakaan untuk pekerja dan perusahaan.

Kecelakaan Rancangan Basic K3 21 itu di kira sebagi nasib yang perlu di terima oleh perusahaan dan tenaga kerja. Bahkan juga, sering, tenaga kerja sebagai korban tidak mendapatkan perhatian baik moril ataupun materiil dari perusahaan. Perusahaan berargumen kalau kecelakaan yg terjadi karena kekeliruan tenaga kerja sendiri buat hindari keharusan membayar kompensasi pada tenaga kerja.

Pada Th. 1931, H. W. Heinrich keluarkan suatu rancangan yg di kenal dengan Teori Domino. Rancangan Domino memberi perhatian pada kecelakaan yg terjadi. Berdasarkan Teori Domino, kecelakaan dapat terjadi karena terdapatnya kekurangan dalam lingkungan kerja dan atau kekeliruan tenaga kerja. Dalam perubahannya, rancangan itu tahu situasi tidak aman (unsafe condition) dan perbuatan tidak aman (unsafe act).

Pada awal pengelolaan K3, rancangan yg di kembangkan masih tetap punya sifat kuratif pada kecelakaan kerja yg terjadi. Punya sifat kuratif bermakna K3 dilakukan setelah terjadi kecelakaan kerja. Pengelolaan K3 yg harusnya merupakan punya sifat mencegahan (preventif) pada terdapatnya kecelakaan. Pengelolaan K3 dengan cara preventif berarti kalau kecelakaan yg terjadi ialah kegagalan dalam pengelolaan K3 yg menyebabkan pada kerugian yg tidak sedikit untuk perusahaan dan tenaga kerja. Pengelolaan K3 dalam pendekatan moderen mulai semakin tambah maju dengan diperhatikannya dan diikutkannya K3 menjadi bagian dari manajemen perusahaan. Hal tersebut mulai diakui dari data kalau kecelakaan yg terjadi juga akibatkan kerugian yg cukup besar. Dengan mencermati jumlah dampak yg di peroleh perusahaan, maka awalilah di terapkan Manajemen Dampak, menjadi inti dan cikal akan Sistim Manajemen K3. Melalui rancangan itu telah mulai menempatkan alur preventif pada kecelakaan yg bakal terjadi.

Manajemen Dampak menuntut tidak sekedar keterlibatan pihak manajemen akan tetapi juga prinsip manajemen dan seluruhnya pihak mengenai termasuk pekerja. Dalam aplikasi K3 di sekolah, maka diperlukan keterlibatan manajemen sekolah, guru, teknisi, dan siswa. Pada rancangan itu, bahaya menjadi sumber kecelakaan harus teridentifikasi, lantas perhitungan dan prioritas pada dampak dari potensi bahaya, dan paling akhir pengendalian dampak.

Peranan manajemen sangat diperlukan terlebih pada langkah pengendalian dampak, karena pengendalian dampak perlu ketersediaan semua sumber daya yg dipunyai oleh perusahaan/sekolah dan hanya pihak manajemen yang bisa penuhi kepentingan itu.

Dari perjalanan pengelolaan K3 di atas jadi lebih menyadarkan bakal pentingnya K3 berbentuk manajemen yg sistematis dan mendasarkan agar dapat terintegrasi dengan manajemen perusahaan yg berbeda. Integrasi itu diawali terlebih dulu dengan kebijakan dari perusahaan buat menempatkan suatu Sistim Manajemen K3 buat mengelola K3. Sistim Manajemen K3 miliki alur Pengendalian Kerugian dengan cara Terintegrasi (Keseluruhan Loss Control) yakni sebuah kebijakan buat mengindarkan kerugian untuk perusahaan, properti, personel di perusahaan dan lingkungan melalui aplikasi Sistim Manajemen K3 yg mengintegrasikan sumber daya manusia, material, perlengkapan, sistem, bahan, layanan dan lingkungan dengan alur aplikasi prinsip manajemen yakni rencana (planning), proses (do), pengecekan (cek), penambahan (action). Dalam peristiwa perjalanan Sistim Manajemen K3, terwujud beberapa standard yang bisa diperlukan perusahaan. Standar-standar itu salah satunya :

  • HASAS 18000/18001 Occupational Health and Safety Management Systems, 
  • Voluntary Protective Program OSHA, 
  • BS 8800 
  • Five Star System 
  • International Safety Rating Sistem (ISRS) 
  • Safety Map 
  • DR 96311 
  • Aposho Standard 1000 
  • AS/ANZ 4801/4804 
  • Ketentuan Menteri Tenaga Kerja No. Per. 05/Men/1996 (SMK3 yg bersifat Ketentuan Perundang-Undangan) 

Saat ini pengelolaan K3 dengan aplikasi Sistim Manajemen K3 telah jadi bagian yg dipersyaratkan dalam ISO 9000 : 2000 dan CEPAA Social Accountability 8000 : 1997. Walau demikian hingga saat itu belum pula terdapat satu standard internasional berkenaan Sistim Manajemen K3 yg di sepakati dan dapat di terima banyak negara, sama seperti perihalnya Sistim Manajemen Kwalitas ISO 9000 dan Sistim Manajemen Kwalitas Lingkungan ISO 14000.

Minggu, 10 Juni 2018

Pembuatan & Pelaksanaan Prosedur Keamanan dan Keselamatan Kerja di Perusahaan

Hasil gambar untuk Pembuatan & Pelaksanaan Prosedur Keamanan dan Keselamatan Kerja di Perusahaan

sepatu safety murah - Isu yang terjadi dalam dunia kerja sangat bermacam mulai dari type gosip yang perlu dihadapi, bermacam hal yang perlu ditangani, bermacam juga sebagian ketentuan yang mengikatnya. Apapun memiliki bentuk, dunia kerja telah harusnya memberi jaminan keamanan dan keselamatan untuk pekerjanya. Meskipun demikian, resiko di lapangan terkadang dapat terjadi diluar perkiraan. Maka tidaklah heran bila lalu banyak perusahaan yang membekali karyawanannya dengan budaya keamanan dan keselamatan kerja (K3).

Data dari BPJS Ketenagakerjaan tunjukkan kalau angka kecelakaan kerja setiap tahun di Indonesia masih tetap termasuk tinggi. Pada 2016 saja, jumlah laporannya masih tetap diatas 100. 000 masalah. Kerugian yang terkena sudah pasti tidak cuma materiil, namun juga moril. Korbannya ada yang luka enteng, cacat, sampai wafat.

Deskripsi itu tunjukkan kalau dalam manajemen perusahaan, salah satu segi utama yang perlu di ciptakan yaitu iklim kerja yang mensupport. Mensupport dalam pengertian mengakomodasi dengan fasilitas, keselamatan kerja, keadaan kerja, pun komunikasi timbal balik pada atasan dan bawahan.

Keadaan ataupun keselamatan kerja adalah prasyarat mutlak terwujudnya iklim kerja yang mensupport untuk semua pihak. Hal semacam ini juga sesuai sama amanat dari pasal 86 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 yang berbunyi, “Setiap pekerja atau buruh memiliki hak untuk peroleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan, dan perlakuan yang sesuai sama harkat dan martabat dan nilai-nilai agama. ”

Pembuatan Standard Operasional Prosedur (SOP) K3
Standard Operasional Prosedur (SOP) adalah set instruksi yang di buat untuk menolong karyawan melakukan suati aksi atau sistem kerja. Maksud pembuatan SOP ini untuk efisiensi, keseragaman kwalitas otput dan kemampuan, sekaligus hindari miskomunikasi dan kegagalan. Pembentukan SOP mengenai K3 sangat diperlukan oleh perusahaan agar ada standard dalam sistem kerja untuk terjaminnya keselamatan dan kurangi kemungkinan kecelakaan.

Pembuatan SOP K3 dapat ikuti referensi pada Standard System Manajemen seperti OHSAS, dan SMK3. SMK3 yaitu system manajemen K3 yang dipakai di Indonesia, sesaat didunia internsional standard yang dipakai yaitu OHSAS 18001.

Dalam standard system manajemen SMK3 atau OHSAS telah tertulis bagaimana prosedur K3 yang perlu diaplikasikan. Namun penting untuk tetaplah memerhatikan kesibukan setiap divisi yang berada di perusahaan, karena belum juga pasti sesuai sama standard system manajemen yang ada.

Langkah aplikasi budaya K3
SOP yang telah disusun perlu di sosialisasikan dan dibudayakan dalam setiap sistem kerja. Budaya K3 dapat diformulasikan dalam empat langkah, yakni :

  • Pertama : reaktif atau insting natural. Di step ini, K3 baru terwujud setelah terjadi insiden kecelakaan, automatis tujuan zero accident akan tidak mungkin terwujud. 
  • Ke-2 : dependen. Dalam pengerjaannya, step K3 ini memerlukan pengawasan khusus ; tujuan zero accident susah diwujudkan. 
  • Ke-3 : berdiri sendiri. Terdapat kesadaran diri atas pentingnya K3, efeknya beberapa pekerja juga akan waspada karena demikian memerhatikan keselamatan sendiri. Disini, tercapainya zero accident ada peluang untuk sukses.  
  • Ke-4 : interdependen. Disini pentingnya K3 bukan sekedar diakui buat sendiri, tetapi beberapa pekerja telah sama-sama mengingatkan jika ada yang lupa dsb. Terwujudnya zero accident di step ini sangat terbuka lebar. 

Cara Aplikasi Budaya K3 dalam Perusahaan
Manajemen harus aktif memonitoring dan mengevaluasi aplikasi SOP K3 yang telah disusun, sebab aplikasi K3 sendiri membawa kontibusi praktis pada efektifitas sistem bisnis perusahaan. Beberapa tips yang dapat diaplikasikan dalam aplikasi budaya K3 di perusahaan :

1. Pembuatan kebijakan tertulis ;

Kebijakan tertulis ini berbentuk aplikasi kebijakan K3 berbentuk pengaturan panduan proses program untuk menghindar kecelakaan kerja di lapangan, baik berbentuk kursus, check kesehatan, ataupun pelaporan ; dan ada pengukuran kemampuan pada proses program-program K3 dari manajemen

2. Komunikasikan pada karyawan

Visi misi yang meliputi K3 harus dikomunikasikan ke semua karyawan, bahkan juga ke partner kerja. Ketentuan dan SOP harus disosialisasikan dan di pastikan semua karyawan memahami benar apa sebagai tanggung jawab, keharusan, dan haknya dalam keselamatan kerja.

3. Pelaporan Inseden dan kecelakaan

Tekankan pada karyawan kalau pelaporan insiden kerja atau keceleakaan sangat penting dilakukan, bahkan juga yang belum juga terjadi atau nyaris celaka (near miss). Hal semacam ini jadi bahan untuk antisipasi ada insiden nantinya.

4. Siapkan wadah komunikasi untuk pelaporan insiden kecelakaan

Bila perusahaan kamu yaitu perusahaan besar dengan beberapa ratus karyawan, pasti diperlukan sebuah wadah untuk menyimpan yang dirasakan dan pelaporan insiden K3 yang terjadi di perusahaan. Pemakaian tehnologi mobile saat ini dapat diaplikasikan untuk mewadahi pelaporan semua insiden kecelakaan di perusahaan, dengan aplikasi Cared dari Gamatechno. Aplikasi ini adalah system info yang diperkembang khusus manfaat memudahkan pemantauan keselamatan umum sampai mengidentifikasi lokasi bencana berdasar pada data geospasial yang di kirim oleh pemakainya melalui piranti mobile. System cared sangat mungkin yang memiliki system dalam hal semacam ini perusahaan untuk memastikan kiat mitigasi ataupun tindakan tanggap darurat.

Piranti mobile yang dibuka sehari-hari oleh karyawan dapat digunakan jadi alat untuk pelaporan insiden ataupun kecelakaan yang terjadi. Tim manajemen juga dimudahkan dalam mengevaluasi laporan-laporan yang masuk melalui dashboard yang disiapkan, hingga dapat percepat sistem pengambilan ketentuan berkaitan keamanan dan keselamatan kerja karyawan.

Senin, 04 Juni 2018

Langkah-langkah Mudah untuk Melakukan Efisiensi Biaya Produksi

Hasil gambar untuk Langkah-langkah Mudah untuk Melakukan Efisiensi Biaya Produksi

sepatu safety murah - Perusahaan besar atau kecil yang bergerak dibidang pengolahan atau industri pasti melakukan proses dan atau mengolah bahan baku dan bahan penunjang lainnya untuk dijadikan sebuah produk, dengan menggunakan bahan baku, tenaga kerja , mesin-mesin, peralatan, perlengkapan, dan lain-lain.

Dalam setiap tahapan proses produksi memerukan biaya, terdapat beberapa biaya yang tidak dapat dihindari oleh perusahaan, seperti bahan baku, bahan penolong, tenaga kerja, dan biaya-biaya produksi lainnya. Namun dalam proses produksi, biaya yang digunakan sering kali lebih tinggi dari standar biaya yang telah dianggarkan sebelumnya. Penyebab utama tingginya biaya produksi antara lain pemborosan bahan baku dan penolong, pemborosan waktu kerja diperusahaan, pemborosan dalam penggungaan mesin dan peralatan, pemborosan dalam menggunakan modal kerja. Oleh karena itu perusahaan harus melakukan efisiensi biaya supaya terhindarkan dari kelebihan biaya produksi.

***

Langkah-Langkah Melakukan Efisiensi Biaya Produksi

1. Menimalkan Pemborosan Bahan Baku

Menimalkan pemborosan bahan baku dengan cara :

a. Pembelian bahan baku dengan teliti dan cermat.

Untuk meminimalkan biaya produksi bukan berati perusahaan harus  membeli bahan baku dengan harga murah namun tidak memperhatikan kualitasnya, karena bahan baku yang tidak sesuai kualitasnya maka akan tidak bisa digunakan sebagai bahan baku produksi, hal ini bisa menjadi pemborosan pembelian bahan baku. Belilah bahan baku yang berkualitas baik, hal ini bisa dilakukan dengan mencari suplier yang dapat memberikan bahan baku yang berkualitas dengan harga yang sesuai, karena bahan baku yang berkualitas baik akan menghasilkan produk yang berkualitas baik pula.

b. Kurangi pemborosan dengan cara yang terampil.

Dalam usaha sektor industri, keterampilan akan menghasilkan penghematan, karena dengan keterampilan mengolah bahan baku dan bahan penolong yang baik, akan menghindarkan dari rusaknya bahan bahan yang digunakan.

Pekerja yang terampil untuk mengurangi kerusakan produk, hal ini akan menjaga kestabilan perusahaan untuk menghasilkan poduk yang baik dan berkualitas. Jika produk tidak berkualitas atau bahkan rusak maka perusahaan akan mengalami kerugian, karena biaya produksi yang dikeluarkan akan sia-sia.

Pelatihan kepada pekerja yang dapat diaplikasikan dalam bekerja, peralatan yang baik, suasana kerja yang kondusif, pembayaran upah yang lancar, serta pengawasan yang cermat ketika proses produksi berlangsung akan mengurangi kerusakan produk.

2. Mengurangi biaya tenaga kerja

Mengurangi biaya tenaga kerja bukan berarti harus mengurangi jumlah tengaga kerja,  namun salah satu cara untuk meminimalkan biaya tenaga yaitu dengan menghitung upah tenaga kerja berdasarkan waktu dalam menghasilkan beberapa bagian ataupun produk tertentu, jangan sia-siakan waktu ketika produksi mulai berjalan.

Hal-hal yang menyebabkan biaya tenaga kerja menjadi lebih tinggi antara lain:

  • Penempatan mesin dan peralatan serta bahan tidak di tata dengan baik dan tepat.
  • Suasana kerja yang kurang kondusif dan tempat kerja yang buruk yang tidak memberikan kenyamanan bagi pekerja ketika proses produksi berlangsung di perusahaan.
Seharusnya perusahaan melakukan pembenahan tata ruang kerja yang baik. Yakni, dengan menempatkan, mesin-mesin, peralatan, penyimpanan bahan baku dan penolong dan lain lain dengan baik dan tepat, agar dapat berhubungan antara datu dengan yang lain, sehingga memudahkan beraktivitas. Dengan alur yang sesuai akan memudahkan penangannya dalam tahapan proses produksi. Tata letak yang tidak tepat akan mengakibatkan penanganan dalam produksi menjadi panjang, hal ini juga yang mengakibatkan biaya tinggi karena terjadi pemborosan waktu.

Ketidak nyamanan akan menigkatkan stress ketika terjadi permasalahan. Maka buatlah jalan-jalan ditempat produksi tenang dan rapi, karena kerapian menghemat waktu. Suasana yang teratur membuat nyaman anda dan pekerja mengendalikan lebih produktif.

3. Gunakan mesin dan peralatan dengan benar

Pada banyak kasus, terkadang mesin berhenti lebih banyak dibandingkan dengan waktu pemakaian karena pengambilan bahan baku yang lama dari tempat penyimpanan, pekerja lain yang belum selesai ketika pekerja lain telah selesai dengan pekerjaannya sehingga pekerja dan mesin saling mengganggu. Apalagi ketika mesin mesin macet dan rusak dikarenakan jarang dilakukan perawatan. Sebaiknya, sebelum memulai pekerjaan, pastikan bahwa mesin dapat bekerja dengan baik dan pekerja benar benar telah mengetahui cara menggunakannya.

Hal-hal yang mesti diperhatikan dalam penggunaan mesin dan peralatan produksi

a. Pemeliharaan mesin dan peralatan

Lakukan pemeliharaan mesin dan peralatan secara rutin pastikan bahwa mesin dan peralatan selalu dalam keadaan baik karena melakukan pemeliharaan dengan baik juga dapat menjaga kestabilan kapasitas produksi

b. Pahami proses produksi.

Dengan memahami proses produksi maka perusahaan  akan mengatur tata letak di tempat kerja dengan baik

c. Menjaga keselamatan kerja

Perusahaan  bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja, keamanan kerja bukan hanya mencegah kecelakaan, tetapi juga terhadap buruknya kondisi tempat kerja perusahaan yang tidak sesuai dengan standar keselamatan kerja, sehingga risiko kecelakaan mudah terjadi.

4. Mengurangi Pemborosan dalam Penggunaan Modal Kerja

Bahan baku yang perusahaan beli harus cepat diproduksi dan dijadikan produk siap jual secepat mungkin. Semakin cepat produk terjual semakin cepat anda mendapat keuntungan dan semakin cepat uang ( modal kerja )  meningkat sehingga mampu untuk memproduksi kembali.

5. Hindari menyimpan persediaan

Jika hal ini terjadi, akan banyak sekali modal kerja yang tertahan. Aturlah produksi dengan baik, dengan cara tertentu yang memugnkinkan proses produksi berlangsung secara efektif dan efisien.

***

Dengan melakukan langkah-langkah  tersebut, maka perusahaan melakukan produksi dengan biaya yang minimal (relative, tergantung produk dan segmen pasar), dan perusahaan dapat menjual produk tersebut dengan harga yang tepat.  Dengan efisiensi perusahaan juga akan mendapatkan beberapa hal antara lain: bertambahnya konsumen yang membeli produk, karena perusahaan dapat menetapkan harga produk yang tepat, kemampuan bersaing dengan perusahaan lain yang dimiliki produk yang sejenis, laba yang lebih besar karena dapat menekan biaya dengan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.
Diberdayakan oleh Blogger.